
Banyak yang bertanya ketika mendengar nama UMN disebut, bukan hanya orang-orang awam, namun juga orang-orang dari kalangan pendidikan. Sebagian besar orang akan lebih familiar mendengar nama UI, UPH, Binus, Untar, Trisakti, Atma, LSPR, IPB, ITB, Unpad, UGM, UNDIP, dan universitas negeri maupun swasta lainnya.
Namun begitu, UMN ada dan nyata, bukan sekadar isapan jempol sebagai universitas baru yang sedang mencoba bertahan namun UMN memang telah bertahan selama beberapa tahun ini. Terbukti dari mulai angkatan pertama yang berjumlah sekitar 120 mahasiswa, lalu angkatan kedua sekitar 350 mahasiswa, kini angkatan ketiga sekitar 800 mahasiswa. UMN tidak memberi janji kesusksesan, namun UMN ada untuk membuka jalan menuju kesuksesan itu sendiri.
Pada sambutannya, Jacob Oetama selaku pendiri UMN menyampaikan alasan mengapa UMN itu ada. Bahwa menjadi lebih baik tidak pernah cukup, karena apapun yang terbaik selalu muncul dan muncul. Oleh karena itu yang perlu dilakukan adalah bertahan untuk menghadapi perkembangan jaman. Dulu, seringkali orang berpikir bahwa pengalaman adalah kebanggaan, artinya jika seseorang memiliki pengalaman lantas dia dapat bertahan menghadapi perubahan. Tidak. Inovasi dibutuhkan dan inovasi dapat menjadi kadaluarsa sesuai dengan masanya, oleh karena itu industri kreatif sangat dibutuhkan dalam era baru ini.
UMN ada untuk mencetak orang-orang kreatif yang dapat memeberikan kontribusi besar kepada masyarakat dan negara tercinta nantinya.
No comments:
Post a Comment