United Fikom

Selamat datang teman-teman semua, ini adalah blog untuk Fakultas Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara. Silahkan menghubungi Admin*email yang tertera pada profil* untuk ikut memposting tulisan ke blog ini. Terbuka untuk semua mahasiswa mahasiswi UMN yang suka menulis, berbagi cerita, berbagi pengalaman, berbagi kesenangan. Bukan ajang SARA dan olok-olok, buktikan, Fikom UMN United bersatu tanpa kelompok*baca: gep-gepan* :D.

Tuesday, December 15, 2009

Fikom Night ROCKS!!


Jumat, 11 Desember 2009
Hari itu adalah hari besar untuk anak-anak Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Bukan, karena  semua anak Fikom lulus dengan IP 4, bukan juga karena Ketua Program Studi (Kaprodi) Filkom akhirnya diganti oleh artis ibukota. Tapi, karena pada hari itu akan diadakan Gathering bertajuk Fikom Night bagi seluruh anak Fikom UMN.

Dari beberapa hari sebelumnya, Shearen, salah satu anak Fikom kelas A sudah membujuk semua anak-anak kelas A agar mengikuti acara Fikom Night ini. Dengan gigih, dia selalu berkata,"Kalian ikut dong", atau, "Nih acara bakal asik banget kalo lo ikut". Anak-anak pun akhirnya menuruti untuk berpartisipasi dalam acara tersebut (karna udah puyeng ngedenger kebawelannya). Kebawelan, Shearen tida berhenti sampai disitu, akan tetapi, berlanjut "Eh teman2, bayar dong", atau, "Cuma 20 ribu, dah dapet makan lagi!" Akhirnya, karena kegigihannya yang dicap rentenir & kebawelannya yang sepertikaset rusak, hampir 3/4 anak-anak kelas A ikut Fikom Night.

Menurut jadwal, acara dimulai pada jam 5 sore, tapi, gue yg senantiasa berpatokan pada WITEG (Waktu Indonesia Terserah Gw) pun akhirnya datang jam 6 sore. Saat gue masuk ke dalam Function Hall tempat berlangsungnya Fikom Night, seminar pembuka acara sudah dimulai. Seminar tersebut membicarakan tentang alam bawah sadar kita & konsep The Secret yang mendorong kita untuk senantiasa gigih berusaha mencapai tujuan dalam hidup. Selesai seminar, gue pun iseng bertanya kepada pembicaranya, "Pak, kalo Cowo ngejar Cewe yg udah punya pacar, berarti benar apa ga? Apa dia harus berhenti berharap atau tetep aja gigih?" Pertanyaan bermutu nol ini pun akhirnya tidak bisa dijawab dengan sempurna olehnya, dia cuma bilang, "Kalo pacar tuh Cewe badannya gede & kekar? Kamu masih berani ngejar? Mending tungguin aja dia putus sambil terus berharap."

Selesai seminar, acara pun dilanjutkan dengan games seru. Sebelum games dimulai, para peserta diharuskan untuk membuat kelompok yg terdiri dari 15 orang yang berisi setidaknya masing-masing satu orang dari angkatan 2007, 2008, & 2009. Nah, untuk berkenalan dengan temen-temen seangkatan atau pun para senior, kita diharuskan memanggil mereka dengan panggilan imut 'Beib'. Jadi, saat pembentukan kelompok, di sana-sini pun terdengar kata2, "Beib kenalan dong", atau, "Beib cium aku dong" (Loh?). Gue yg cowo tulen pun jadi males pas harus kenalan sama sesama cowo, karena dalam bayangan gue kemungkinan dialog yang tercipta adalah:

  • Gw : Beeeib, kenalan dong!! Gue Jawir angkatan '09
  • Cowo asing : Hai Beeib, aku Sarip, '09 juga. Seneng banget deh bisa ngobrol sama kamu.
  • Gw : Hehe, iya gue juga seneng koq.
  • Cowo asing : Nih nomor telepon aku, kalo lagi bosen sms aja.
  • Gw : ...

OMG.......... NOOOOOOOOOOO........................

Tapi ternyata nggak separah itu, acara malah berlangsung seru karna seperti tiada lagi batasan di antara kami semua, mahasiswa Fikom. Baik cowo, cewe, senior, ataupun junior.

Setelah kelompok terbentuk, games pun dimulai. Masing-masing kelompok harus memikirkan cara untuk duduk, tapi bagian tubuh yg boleh bersentuhan dengan lantai hanyalah telapak kaki saja. Hal ini membuat para anggota kelompok harus membentuk lingkaran & mulai duduk di pangkuan paha temen-temen sebelahnya. Selain itu, kedua tangan kita pun harus diangkat tinggi2 & tidak boleh digunakan untuk berpegangan dengan yang lainnya. Walau berpotensi membuat dengkul kena gemetar akut, anak-anak pun mengikuti games ini dengan penuh canda tawa. Di akhir games, kelompok gue yang bernama Prikitiew (karena terinspirasi oleh Bapak Prikitiew Indonesia, Sule) pun terpilih menjadi kelompok terburuk. Bak tong kosong nyaring bunyinya, gamesnya belom lama dimulai tapi kita udah jatoh karna dengkulnya dah pada lemes. Tapi, Tuhan emang adil, ternyata hadiah diberikan pada kelompok terbaik & terburuk. (Jah, tahu gitu mah dari tadi aja gue leha-leha biar jadi kelompok terburuk, toh dapet hadiah juga.)

Lalu, acara pun dilanjutkan dengan sharing. Seluruh peserta acara duduk membentuk lingkaran besar, lalu lampu di Function Hall pun dimatikan seluruhnya & kami semua hanya berpatokan pada cahaya lilin yg ditaruh di tengah ruangan. Setelahnya, orang yang bersedia mengutarakan kesannya di UMN selama ini dipersilakan untuk maju ke tengah & berbicara di depan seluruh peserta. Banyak hal menarik yg terungkap & terjadi di sini, dari Kak Shirley yang dipersepsikan galak ternyata bae banget, kak Engge yg menyanyikan lagu Keluarga Cemara, sampai ke sesi hipnotis sesaat yg dibawakan Luddy. Ya, jadi Luddy, salah satu anak Fikom '09' yg memberanikan diri untuk maju ke depan, mengajak anak-anak lain untuk memejamkan mata & mengulang kata 'Persaudaraan' dalam hatinya.

Sebenarnya gue tertarik untuk maju ke depan, tetapi sayang, nyali gue nggak muncul-muncul juga, akhirnya gue urungkan niat itu. Bila jadi, gue pengen bilang bahwa hal terbaik yang gue dapet di UMN adalah nggak adanya senioritas sama sekali. Selain itu, gue juga pengen berbagi moto hidup pada yang lain, moto ini sudah lama gue jadikan pegangan hidup, yaitu "Practice makes perfect, but nobody's perfect, so, why practice?"

Setelah makan malam, kami semua diberikan kenang-kenangan, yaitu selembar foto yang diambil sebelum kami memasuki Function Hall. 

Fikom adalah keluarga besar kami & kami harus bangga menjadi bagian di dalamnya./VP

2 comments:

  1. Perawanx gan! eh salah pertamax gan!
    Hidup prikitew!
    Go Ilkom UMN!

    ReplyDelete
  2. stephanie valenciaMay 17, 2010 at 10:09 PM

    seneng bisa jadi bagian dari fikom night.. semangat ya beib-beib adik2 kelas!!

    ReplyDelete